• Saat jalan-jalan di Singapura

    Walaupun modal mepet jalan-jalan ke negeri tetangga tetap eksis dan narsis.. sing penting aku wis pernah rene sopo sing durung, tak kasih tau jalannya tapi syaratnya aku di traktir gratis..#ngarep..

  • Lebaran 2011

    Minal aidin wal faidin,.. raden mas ori baba ngaturaken sugeng riyadi,.. saat kumpul keluarga besar dari Ny. Teguh Sukardi,85th masih tetap narsis wktu di foto

  • Teman Kuliah

    Inilah kesembilan temanku kuliah.. lucu unik imut bandel,.. hehe...

  • Amin...

    Do'akan semoga terwujud.. amin.. amin.. amin...

  • Ayo capa Ikut

    eitss.. ini bukan di Indonesia, di negara tetangga ya...genting malaysia

seDekahMu HarTamU

Pada suatu musim semi, Ibnu Jadan melihat unta miliknya tumbuh besar dan susunya siap diperah, diapun berujar, Demi Allah, saya akan sedekahkan unta betina ini beserta anaknya kepada tetanggaku sebab Allah SWT berfirman: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai (QS. Ali Imron : 92). Sungguh barang yang paling kucintai adalah unta betina ini. Lalu iapun membawa unta betina tersebut beserta anaknya kepada tetangganya sambil berkata, Ambillah sebagai hadiah dariku untukmu. Tetangganyapun tampak sangat bahagia menerima sesuatu yang sangat berharga tersebut.

Musim semi selesai, tibalah musim kemarau yang kering dan panas. Ibnu Jadan dan ketiga anaknya berjalan untuk mencari ad-duhul (lubang dalam tanah yang menyambung dengan sumber air yang memiliki mulut diatas tanah). Walaupun sulit, akhirnya mereka menemukannya, lalu Ibnu Jadan masuk ke dalam lubang untuk mengambil air sedangkan ketiga anaknya menantinya di atas. Setelah Ibnu Jadan masuk, ternyata ia terjebak di dalam dan tidak dapat keluar. Anak-anaknya yang menunggu sehari, dua hari hingga hamper seminggupun putus asa dan mengira ayah mereka sudah meninggal.

Mereka akhirnya pulang ke rumah dan membagi- bagikan harta peninggalan ayah mereka. Saat itu, teringat oleh mereka unta betina yang diberikan ayahnya kepada tetangganya yang fakir.
Merekapun menuju rumah tetangganya dan mengatakan pada tetangganya, Kembalikan unta
betina milik kami, maka itu lebih baik bagimu. Sebagai gantinya ambillah unta jantan ini. Jika
tidak, kami akan mengambilnya secara paksa dan kamu tak mendapat apapun dari kami.

Si fakir berkata, Sudahkah kalian mengadukan hal ini pada ayah kalian?. Mereka balik bertanya, Haruskah aku melapor kepadanya sementara ia sudah meninggal?. Si fakir berkata, Dia telah meninggal, bagaimana dia wafat? Dan mengapa aku tidak mengetahui beritanya?. Mereka menjawab, Dia masuk ke suatu lubang di padang pasir dan hingga saat ini belum keluar. Si fakir berkata, Ajaklah aku pergi ke lubang itu bersamamu lalu ambillah unta tersebut. Lakukanlah sepuas hatimu dan aku tidak menginginkan unta jantan itu.

--------------------------

Temenku, DEK FANI, Temangung, 2009

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri ima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”

Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya! ” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.

Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.”

yah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya, kkalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20 tahun. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, ” Ada seorang ppenduduk dusun menunggumu di luar sana !” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?”

Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? ” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu.”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20, Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk
membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.”

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit.. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23, Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.

Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”

“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

------------------

Yusur Mansur sang ustadz yang paling rajin koar-koar soal sedekah itu pernah mengajari ilmu Matematika Sedekah.. Pagi itu aku mendengarnya di tivi,

"Gini Ji..kalo itungan pinter 10-1=9 betul enggak, tapi kalo urusan sedekah beda ji, 10-1=19! Darimaneee itungannye? Karena yang 1 yang kite sedekahin itu tuh bakal diganti Allah 10 kali lipat!! Allah itu Maha Kaya! Gak bakal bangkrut hanya bikin rejeki kite balik jadi berlipat-lipat! Nah mulai sekarang mulai pada deh rajin sedekah yee..."

Teh tawar anget buatan ibuku menemaniku lihat tivi pagi itu... Aku manggut manggut saja tanda setuju..

Cap cusss gan…. Hajarrrr blehhhhh…..

-------------

Juwiring, Klaten, 2011

Seorang tukang becak tua renta dan miskin. Meskipun miskin, ia tidak mau kemiskinannya membuatnya terhalang untuk bersedekah. Sedekah yang dilakukannya ini tergolong cukup unik, yaitu dengan menggratiskan penumpangnya setiap hari Jum'at. Pada suatu hari, datanglah seorang penumpang perempuan menghampiri tukang becak yang shaleh tersebut. Rupanya penumpang itu datang dari kota yang sangat jauh. Penumpang tersebut orang kaya kalau diliat dari cara berpakaian dan asesorisnya. Ia tidak bertanya berapa ongkosnya apalagi menawar kepadanya. Ia langsung naik saja. Setelah sampai ditempat tujuan, penumpang itu memberikan uang jasa kepada tukang becak itu, tapi malah ditolaknya secara halus. "Maaf, saya telah berjanji pada diri saya jika hari Jum'at saya akan menggratiskan semua penumpang saya. Saya selalu berusaha memegang kuat janji itu bu," Setelah tukang becak pergi, penumpang itu diam. Dia kecewa karena uangnya tidak diterimanya. Perempuan itu malah penasaran," Saya akan buktikan pada hari Jum'at mendatang, saya penasaran, saya akan naik becaknya lagi. Apakah pada hari Jum'at besok ia masih tidak mau menerimanya uang jasa ataukah menerimanya??" demikian kata hati si perempuan tadi.

Setelah naik becaknya lagi pada hari Jum'at berikutnya, perempuan itu mencoba kembali memberi imbalan jasa, Tapi si tukang becak tetap tidak mau menerimanya. Si Perempuan itu disadarkan oleh perilaku tukang becak dermawan itu. Ia menyadari atas kekeliruan dan kelalaian dirinya yang selalu egois dan tidak pernah memikirkan orang lain apalagi melakukan sedekah. Penumpang itu lalu memintanya agar diantarkan kerumah tukang becak itu. Ia ingin sekali mengenal lebih jauh mengenai keluarganya. Setelah sampai dirumah tukang becak ini, perempuan itu disambut dengan hangat. Rumahnya sangat sederhana. Istrinya terlihat sangat terampil melayani tamunya. Tanda keshalehan tampak dari wajahnya, dalam caranya bertutur kata dan menghormati tamu. Sebelum pulang, si penumpang kaya raya tadi berkata kepada si tukang becak.

"Kebiasaan sedekah yang telah dilakukan bapak telah menyadarkan sikap saya selama ini yang sangat egois. Hidup saya hanya saya habiskan untuk mengais harta tanpa sedikitpun memikirkan nasib orang lain yang membutuhkan. dan akhirnya, kini saya sadar tetang arti hidup ini dari mana dan kemana kita akan menuju."

"Sebagai tanda syukur kepada Alloh SWT, dan rasa terima kasih saya kepada Bapak, maka ijinkan saya bapak sekeluarga untuk naik haji bersama saya dan keluarga saya."

Dengan tertegun dan seperti tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya, si tukang becak tadi menitikan air mata tanda rasa syukur, rupanya doa-doanya selama ini juga masih didengar oleh Alloh SWT, doa yang selalu dipanjatkan walaupun secara nalar tidak bisa seorang seperti dirinya bisa menabung untuk berhaji,, "butuh berapa lama saya dapat mempunyai uang untuk dapat ke tanah suci???, untuk makan sehari-hari saja saya masih sulit..??". Tapi doa seorang hamba sahaja ini rupanya sama dengan doa orang lain, entah kaya raya atapun pengusaha. Manusia didepan Alloh sama tidak ada bedanya, hanya manusia itu sendiri yang mengelompokan-ngelompokan. "Terima kasih ya Alloh,, Engkau tidak pernah tidur."Subhanalloh.....Sedekah sederhana seorang tukang becak yang hatinya bersih......

---------------------------------------------------

Sebuah kisah di Jaman Nabi, seseorang yang besok akan mati digigit ular, dan Nabi diberitahu malaikat akan hal itu. Namun ternyata esoknya orangnya tetap hidup bahkan tetap bekerja sampai tua. Nabi diberitahu kalo orang itu menyedekahkan sebagian hartanya sehingga Allah memanjangkan umurnya, seolah-olah takdirpun bisa kita nego dengan sedekah.

Aku membaca sebuah email di Milis, tentang Rockeffeler orang kaya di Amerika yang tidak bahagia dan sulit tidur. Dokter pun memvonis bahwa hidupnya tidak akan lama. Lalu Rockeffeler mengubah hidupnya, untuk menolong kaum papa dan orang-orang miskin. Lalu apa yang terjadi? Kesehatannya membaik dan berlawanan dengan perkiraan dokter. Rockeffeler hidup sampai umur 98 tahun sebagai ahli filantropi dan dermawan yang terkenal.

Seorang kawan pernah bercerita padaku, Ayah sahabatnya divonis dokter mengalami penyumbatan jantung dan harus dipasang ring untuk mengatasi penyakitnya itu. Orang itu memilih minta diantar keliling Jogja sambil membagi-bagikan harta yang dia punya. Dalam hitungan hari penyakitnya sembuh dengan sendirinya, dokter tak bisa menjelaskan proses penyembuhan itu dari sisi medis dan ilmiah.

Ustad Arifin Ilham di tivi juga pernah mengingatkan, 3 keutamaan Sedekah bagi orang yang melakukannya: Memanjangkan Umur, Menolak Bala, dan melapangkan rejeki. Jika Allah ridho semua bakal mudah datang buat kita.

Aku semakin paham, pada level yang lebih tinggi matematika sedekah 10-1=19 tidak harus selalu kita hitung setiap uang yang kita sedekahkan. Aku yakin Yusuf Mansur mengajarkan rumus hitungan itu untuk mancing para Pesedekah Pemula agar mudah percaya bahwa Allah Superrrr Duperrrr Maha Kaya…

---------------------------------------

Menjelang wafat, WS Rendra sempat meninggalkan beberapa puisi yang sangat menginspirasi, dia tulis sambil terbaring sakit, salah satunya adalah…
Renungan Indah…
Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya


Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?


Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku


Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukum bagiku


Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.


Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"....

Flat Tire? Patch It!

On a sunny morning, my motorbike’s tire was flatten.

Fortunatelly, in Indonesia, you don’t have to replace your flat tire with a new one. Just look for a place on the road side with a sign as below:

Tambal Ban

Written “Tambal Ban”, or “Tire Patch”.

Another sign, look at any place with air compressor as below:

Air Compressor

Well, I know that air compressor above is fake, but it represents an air compressor.

Some places will have both signs, some other just an air compressor or just a board sign.

At that place, the mechanic will patch the hole(s) on your tire so you can re-use your tire again. It’s cheaper than replace the tire and more eco-friendly.

How is he done that?

Set inner tube out of outter tire

First, he will open your tire and get inner tube out of your tire. He will pump some air into inner tube.

sink it in to water to check holes

Then he sinks inner tube into water to see if there is any hole(s). Hole(s) will be detected by air bubbles that freed out from inner tube.

applying glue

apply patch

After he found hole(s), he will mark them and apply some glue onto the hole(s). The glue is home made, I don’t know what the ingredients are.

put small special patch

After the glue, he will put a small latex patch. This latex patch will cover the hole.

put inner tire under special "oven"

After glue and patch applied, he will put your inner tube tire into special pressure machine..

and set the fire

And set the fire!

Don’t worry, it won’t burn your tire. Instead, fire will melt the latex patch and pressure from that little machine will make that latex patch bond to inner tube very well.

baking your tire

He will “bake” your inner tube for about 5 to 10 minutes. And yes, picture above is my motorbike. A 125 cc Suzuki underbone.

sink it again to check his work

After the baking is done, he will sink inner tire into water again to check his work. If there’s any air bubble, he will repeat his work. Otherwise, tire patching is succeeded.

It’s done. He will put inner tube back into the tire and I have to pay for his service.

check any nails left

Last thing before he put inner tube back into the tire, he will check throughly to see if there’s any nail (or any sharpies) left stuck in the tire.

For his service, he charged me USD 0.5 per hole. It’s a lot cheaper than buying new tire, about USD 3-4.

Judul Film dalam Bahasa Jawa

Dapet dari milist :

Enemy at the Gates — Musuhe Wis Tekan Gapuro
Die Another Day — Modare Ojo Saiki
Die Hard — Matine Angel
Die Hard II — Matine Angel Tenan
Die Hard III With A Vengeance — Kowe Kok Ra Mati-Mati To?
Die Hard IV (Die) - Jan Tenanan, Arep Mati Kok Angel Tenan
Bad Boys — Bocah-Bocah Elek
Catwoman - Kucing Wedok
Man of Fire — Wong Lanang Kesumuken
No Way Back — Ora Iso Mulih (kesasar to?)
Just Married - Mantenan
Red Eye — Matane Abang (klilipan opo?)
Casino Royale - Togel Akeh Duite
The Hoax — Ngapusi
Harry Potter - Harry DodolPot
Lost in Space — Ilang Neng Awang-awang
X-Men — Wong Lanang Saru
X-Men 2 — Wong Lanang Saru Tenan
Cheaper by the Dozen — Tuku Selusin Luwih Murah
Paycheck — Kasbon
Independence Day — Pitulasan
There is Something About Marry — Meri Ono Apa-Apane
Silence of the Lamb — Wedhuse Mutung
All The Pretty Horses — Jarane Ayu-Ayu
Planet of the Apes — Planete Wong Apes
Gone in Sixty Second — Minggat Sakcepete
Original Sin — Dosa Tenanan
The Abyss — Entek-Entekan
Deja Vu — Pangling
Seabiscuit — Klethikan Neng Laut
Terminator — Terminal Montor
How To Lose A Guy in 10 Days — Piye Carane Megat Lanangan Mung 10 Dino
Lord Of The Ring — Pedagang Akik
Deep Impact — Ngantem Njero
Million Dollar Baby — Babi Regone Sayuto
Blackhawk Down — Manuk Ireng Kenek Bedhil
Saving Private Ryan — Ngelesi Privat Mas Ryan (pancene goblog tenan opo?)
Gone With The Wind — Wes Ewes Ewes, Bablas Angine
Because I Said So — Dikandani Kok Ngeyel Temen Sih
Superman — Gatot Koco

Solo City Jazz 2009

Yovie Widianto Fusion

Pasar Windujenar yang terkenal sebagai pasar barang antik, malam itu dipenuhi pengunjung yang kebanyakan berpakaian batik. Di depan pasar itu sudah berdiri sebuah panggung yang digunakan sebagai tempat pertunjukan Solo City Jazz (SCJ) 2009. Acara yang baru pertama kali digelar di Solo ini sengaja memilih tema “Jazz Up Batik”, untuk mengkolaborasikan musik jazz dengan salah satu bentuk kebudayaan lokal Solo, yakni batik. Pergelaran gratis ini dikemas dengan cukup merakyat, agar musik jazz bisa diapresiasi oleh kalangan masyarakat yang lebih luas, tua maupun muda, jelata maupun kalangan atas.

Masmo dari band Notturno

Kelompok musik Notturno membuka gelaran Solo City Jazz hari pertama, Jumat (4/12), dengan lagu dari band Nirvana, “Smell Like Teen Spirit” yang diaransemen dengan irama jazz yang easy listening. Latar belakang yang berbeda-beda dari para anggotanya menjadikan musik dari Notturno lebih kaya, ada irama funk dan rock yang menyusup dalam musik jazz.

I Wayan Sadra & Sono Seni Ensamble

I Wayan Sadra & Sono Seni Ensamble hadir membawakan nuansa etnik dalam musik jazz. Kelompok musik asal Solo ini mengkolaborasikan alat musik tradisional dan modern. Kelompok yang terbentuk tahun 1998 ini berusaha menjembatani antara aliran mainstream dengan kontemporer. Musiknya unik, namun para pengunjung Solo City Jazz memberikan apresiasi yang baik terhadap kelompok musik ini.

Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun (2D)

Selanjutnya ada Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun (2D) dengan iringan musik dari Maya Hasan & Tiwi Sakuhachi Quartet. Deddy Dhukun sangat cair membangun suasana dengan para pengunjung, beberapa kali dia melempar joke dan turun dari panggung mengajak pengunjung untuk bernyanyi bersama. Tembang-tembang lawas dari 2D seperti “Melayang”, “Keraguan”, dan “Masih Ada” menghadirkan romansa nostalgia tahun 80an di panggung Solo City Jazz. Sing along pun terjadi selama penampilan 2D. Selesai mengiringi 2D, Maya Hasan & Tiwi Sakuhachi Quartet masih tampil membawakan membawakan musik-musik fusion seperti “Magnificent Seven” karya Maya Hasan sendiri.

Akordeon Feat. Sruti Respati

Akordeon yang digawangi oleh Bintang Indriyanto, pada kesempatan ini membawa dua bassis ekstra, yakni Roedyanto Warsito (Emerald) dan Rindra (PADI). Meskipun nama kelompok ini adalah Akordeon, tapi sama sekali tak ada pemain akordeon di dalamnya. Ketiga bassis ini membangun musik jazz dengan memasukkan suara kendang dan rebab, ditambah suara sinden Solo, Sruti Respati. Sruti menyanyikan beberapa lagu, antara lain “Ole Olang” dan “Walang kekek”.

Donny Suhendra dan Agam Hamzah yang tergabung dalam Magnificent Duo juga hadir di gelaran Solo City Jazz. Dua gitaris gaek ini berhasil membius pengunjung melalui petikan-petikan gitar yang merdu dan menghanyutkan. Mereka memainkan lagu-lagu karya Chick Corea seperti “La Fiesta” dan “Spain”.

Donny Suhendra Project masih tampil mengiringi Ivan Nestorman dan Andien. Ivan Nestorman yang biasa mengusung world music dengan nuansa Flores, malam itu membawakan lagu “Life Goes On” yang lirik dan judul lagunya diterjemahkan menjadi bahasa Jawa “Ora Usah Mlayu”. Penyanyi asal Flores bernyanyi dalam bahasa Jawa, hanya ada Solo City Jazz.

Andien

Gelaran Solo City Jazz hari pertama ditutup oleh suara lembut Andien yang pada malam itu membawakan lagu “Roxanne” dari The Police, “Tentang Aku”, dan “Bimbi”.

Pada hari Sabtu (5/12), hari kedua gelaran Solo City Jazz, hujan mengguyur Kota Solo, namun hal itu tidak menyurutkan pengunjung untuk tetap menikmati musik jazz. Saat hujan mulai mereda, jumlah pengunjungnya pun lebih membludak.

Malam kedua tampil Solo Jazz Society bersama Temperente Percussion, Clorophyl, Heaven on Earth, Prabumi Jazz Etnik, dan Yovie Widianto Fusion.

Yovie Widianto Fussion tampil sebagai penutup gelaran Solo City Jazz 2009. Band yang menjadi side project dari Yovie Widianto diluar Kahitna dan Yovie & Nuno ini memainkan sejumlah komposisi fusion progressive.

Sekitar 2000 pengunjung hadir setiap malam untuk menyimak Solo City Jazz, dari jam 19.30 hingga 01.00 WIB. Wali Kota Surakarta, Joko Widodo berharap, pergelaran musik Solo City Jazz dapat dilakukan setiap tahun di Solo. Selain untuk mempromosikan Kota Solo, acara tersebut juga bertujuan untuk menunjukkan spirit kota ini sebagai kota budaya.

Sampai jumpa lagi di Solo City Jazz 2010 !!!


sumber : www.dolankesolo.info

Susu Murni Shi Jack

Ada yang bilang, kalau mau sehat maka minumlah susu. Tapi, daripada minum susu hasil sentuhan pabrik, lebih baik kita meminumnya dalam keadaan segar dan murni.

Anda bisa mencoba salah satu warung susu murni yang ada di Solo, namanya warung susu murni Shi Jack. Warung susu yang buka sejak tahun 1986 ini bahkan telah mengukuhkan diri sebagai pioneer warung susu murni di kota Bengawan.

Dengan tag-line ‘Kami Memang Beda’, warung susu murni Shi Jack memang tampil beda dan nyeleneh. Para pelayan yang sedang membuat minuman susu sering memainkan gelas-gelas, kita seperti disuguhi aksi juggling dari bartender bar. Dan coba tengok saja daftar menunya, namanya aneh-aneh. Seperti misalnya, Tante Susy (Susu Syrop Tanpa Telor), Sukamandi (Susu Coklat Manis Dingin), Sumur (Susu Murni), Suteja (Susu Telor Jahe), Es Dara (Es Soda Gembira), Superman (Susu Perah Manis), dan masih banyak lagi nama aneh lainnya. Beragam pilihan minuman susu murni dijual mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 5.000. Minum susu ternyata tak harus mahal.

“Makanan khas di Shi Jack itu roti bakar dan pisang owolnya. Harganya sama-sama Rp 2.500,” terang Joko Surasno, pemilik sekaligus pendiri warung susu murni Shi Jack. Selain itu, makanan yang biasanya ditemui di wedangan juga dijual di sini, seperti nasi bandeng, gorengan, dan sate-satean, harga rata-ratanya Rp 1.000 – Rp 1.500.

Pusat warung susu murni Shi Jack ada di Jl. Kapt. Mulyadi (depan benteng Vastenberg). Dengan 12 cabang, antara lain di Galabo, Jl. Yos Sudarso, Jl. Veteran, Jl. Honggowongso, dan masih banyak lagi.

Buka: 17.00-02.00

  • Jl. Kapt. Mulyadi (depan benteng Vastenberg)
  • Galabo
  • Jl. Veteran no. 42 (Gading)
  • dan masih banyak lagi cabang lainnya

dikutip dari www.dolankesolo.info

About Me

Bukhori Isak Arivin. Lahir di Pacitan, ..... ( Mungkin kalau ngak salah soalnya waktu lahir saya tidak melihat kalender ), Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di SD Negeri Bungur 1 lulus tahun 2003 dan SMP Negeri 1 Tulakan lulus tahun 2006. dan juga menempuh pendidikan Sekolah Menegah Kejuruhan di Kabupaten Pacitan di SMK Negeri 1 Pacitan yang dulunya adalah Sekolah Menengah Ilmu Kerajinan. Sekarang sedang menyelesaikan study sebagai mahasiswa S1 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) jurusan Teknik Otomotif .Saat ini aktif dalam sukarelawan dalam bidang informatika, salah satunya membuka kursus komputer bagi wajah-wajah desa di sebuah bilik rumah sederhana di kampung halaman. Demi memajukan IT di Kabupaten Pacitan ( Sing terkenal goa gong nya dan kampung presiden SBY, promosi sitik ra popo sing penting bebas sopan lan santun hahaha…) pada khususnya dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia Tercinta pada umumnya. ra nyabung boss

Dengan modal kesederhanaan penuh dengan canda tawa walaupun saat mengenal pasti di kira seorang yang pendiam (Nek wis kenal suwe mesti ra ngiro… Jan ngayelke tenan bocahe, podo edane..!!! kata mas aji tukang tadarus ning ngarep masjid nitikan waktu di jogja .red basa jawa) Sekarang sedang merilis sistem pembelajaran yang murah, mudah, gratis dan cepat atau what this call e-Learning.

Selain coding di aparteman juga melalang buana di beberapa perusahaan sebagai bisnis sampingan dalam dunia IT, juga menyempatkan diri untuk menulis bebas di situs blog pribadi di www.kopijos.co.cc. Terjun di dunia industri IT semenjak masa sekolah dasar. Memulai karir sebagai gamemer, multimedia, pengacara ( pengangguran banyak acara ), fotografi, MLM Tianshi, Jaringan DBS, software tester, programmer, software designer, sampai Software Engineering

Selain tema diatas juga memiliki minat dan aktif menulis dalam tema yang berhubungan dengan manajemen, leadership, self improvement, motivation dan keorganisasian lan liyane mboh mbel gedes ...!!!

Oleh karena itu saya mengajak kepada semua pembaca yang budiaman khusunya pakar dunia IT untuk meluangkan sedikit waktu dan ilmunya demi memajukan Indonesia Raya bebas kebutaan dari dunia informasi, biar melek komputer... hitung – hitung amal ibadah untuk tabungan di akherat, amin ya robball alamin…….

Explanation about me

Tinggi-berat: 168.5 cm, 63 kg lebih 23 gram

Makanan kesukaan: nasi kucing, soto solo, nasi mawut, tiwul goreng asam manis, cap cay bakar, wedang ronde, wedang secang

Kebiasaan: tidur, nglamun, bercanda, main catur, chatting, nongkrong, talking - talking dll..

Alamat Rumah : Pabelan - Kartasuro - Gading - Sukoharjo - Wonogiri - Batu - Donorojo - Punung - Sedeng - Pacitan - Arjowinangun - Pakis - Ketro - Pentung - Tulakan PP.

Yang digemari: sepatu sandal “gaya pasar klitikan ”, celana bersaku banyak, mengoleksi benda ajaib, software bajakan , mobil kuno,

Yang tidak disukai: kesepian

Nomor Telpon : karena ngak biasa menggunakan telpon gengam maka di ganti dengan HT dengan frekuensi 467 Mhz.

Kebiasaan masa kecil: jualan jamu di pasar, mandi lumpur di sawah

Cita-cita masa kecil: presiden kutup utara

Cita-cita sekarang: mati secara indah, tidak merepotkan orang lain

Kepada siapa berterimakasih: kepada bapak yang telah memberikan atmosfer kehidupan sejak awal; kepada ibu dan kakak yang sangat toleran dan ikhlas atas aktivitas saya; kawan-kawan sepekerjaan yang penuh toleransi terhadap kebiasaan “membolos” untuk kegiatan sampingan saya; dan kepada teman-teman sekomunitas yang banyak memberi andil bagi pertumbuhan dan perkembangan saya

Kapan merasa bahagia: jika yang direncanakan bisa terlaksana dengan baik

Pendidikan formal: TK Bustanul Atfal (Lulus 1997), SD Negeri Bungur 1 (Lulus 2003) SMP Negeri 1 Tulakan ( Lulus 2006), SMK Negeri 1 Pacitan ( 2009), Muhammadiyah University of Surakarta, Automotive Engineering (Sekarang)

Pendidikan non formal & Pengalaman : English Course (2004), Kru Film “Teater Musim Panas” (2008), Pelatihan Dosen Go Blog (2008), English Course “ALMAHERA” ( drop out), Musik Bambu Tapuk kesenian asli pacitan ( 2007), Orkes Kemlotek ( 2008), Seni Budaya Jawa (2009)

Atur taklim kawula,

BUKHORI ISAK ARIFIN

email : bukhori14@yahoo.co.id

Angele golek kerjo

+ Kowe nduwe omah opo ora?

- Dereng….
+ Wah kowe ora iso ketompo nang kene.
- Lho kok ngaten?
+ Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan.
- Ah.. mboten kok, sakjanipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih.
+ Yo malah ora ketompo.
- Lho kok ngaten?
+ Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong ae.

—————

+ Kowe nduwe motor opo ora?
- Mboten.
+ Ora ketompo.
- Lho kok mboten ketompo?
+ Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit.
- Sakjanipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto ngriki.
+ Wah malah ra ketompo….
- Lho kok ngoten?
+ Tempat parkire wis ra cukup.

—————

+ Kowe wis lulus sarjana tenan?
- Sampun Pak….
+ Ora ketompo. Kene iki golek sing SMA ae, luwih manutan lan ben mbayare murah.
- Sakjanipun kulo tasih badhe skripsi.
+ Malah ora ketompo…..
- Lho kados pundi to?
+ Mengko kowe kerjo mung ngetik skripsi, lek wis lulus mesti golek kerjo neng perusahaan liyo.

—————

+ Kowe seneng guyon opo ora?
- Mboten pak, kulo serius nek nyambut gawe.
+ Ra ketompo…..
- Waa… Kok ngoten?
+ Engko konco-koncomu lan anak buahmu podho stress.
- Sakjane nggih sekedhik-sekedhik seneng guyon.
+ Malah ora ketompo.
- Lho kok……
+ Engko kowe mung email-emailan sing lucu.

—————

+ Kowe mau mrene numpak opo?
- Nitih mobil.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Saiki BBM mundhak terus, mengko kowe njaluk mundhak bayar terus.
- Woo, kulo wau namung mbonceng, kok.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Mengko mung gawene mbonceng mobil kantor. Ngrusuhi!

—————

+ Anakmu akeh opo sithik?
- Kathah, Pak.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanaaaaaak terus.
- Lha wong namung anak adopsi, kok.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Gawe anak bae aras2en, opo maneh nyambut gawe.

—————

+ Kowe wis ngerti gaweyanmu durung?
- Dereng.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Arep nyambut gawe kok ora ngerti gaweyane?
- Oo, nek damelan niku mpun ngertos kok.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Kowe rak mung arep keminter, to?

—————

+ Kowe ngerti kahanan kantor kene durung?
- Dereng.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Arep nyambut gawe kok ora ngerti kantore?
- Wah, nggih sekedhik2 mpun ngertos kok.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Mengko kowe senengane ngudhal-udhal wewadi kantor, to?

—————

+ Kowe kerep loro?
- Mboten.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering.
- Wah, sakjanipun nggih asring.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Kantor iki ora nompo karyawan pileren.

—————

+ Kowe biso main internet?
- mBoten.
+ Kowe ora ketompo.
- Sebabipun?
+ Perusahaan ora nompo sing sek buta internet.
- Wah, sakjanipun nggih saged.
+ Tambah ora ketompo.
- Lho, lha kok?
+ Mesthi ora bakal nyambut gawe, kakehan dolanan internet, to?’

—————

+ Kowe waras opo ora?
- Lha, kulo nggih waras to Pak.
+ Ra ketompo.
- Kenging nopo?
+ Mengko kowe mesthi ora krasan neng kene.
- Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan.
+ Malah ra ketompo.
- Pripun to niki?
+ Mengko aku duwe saingan.
- WAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!! @#$%#%^#%^$@%!#%$^%#^

 
Ori-baba News © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum